Kere Tak Selalu Jelek Cak To, begitupula Kaya, Tak Selalu Membawa Berkah
Sudah terhitung sepekan, cak to terlihat sering melihat-lihat katalog mobil. Saking seringnya, sampai-sampai katalog yang dibeli baru-baru ini selalu saja dibawa kemanapun dia pergi, kejadian itu jelas mengundang rasa penasaran gus mi. Syahdan Gus Mi pun bertanya
"Cak, saya lihat kamu akhir-akhir ini selalu saja mentelengi katalog mobil, kamu mau beli mobil ta??"
"Beli mobil gus?? Ngawur kamu, mimpi apa saya semalam kok mau beli mobil?? Jangankan beli mobil, buat makan sehari-hari aja kesusahan gus"
Merasa pertanyaannya belum tuntas dijawab, Gus Mi menimpali pertanyaan selanjutnya "Lantas, kenapa kamu kok kesana-kemari nyangking katalog mobil cak??"
"Ooooh, Ini gus, memang si gus untuk sekarang saya belum bisa beli mobil, tapi suatu saat saya akan mewujudkannya" kata Cak To mantap
"Walaaah, kamu pengen beli mobil cak??"
"Singkatnya, begitulah gus, hehehee" dengan cengengesan Cak To menjawab
"Bagus itu cak, kamu punya keinginan yang mau dicapai"
Gus Mi melanjutkan "Ngomong-ngomong, langkah apa yang sudah kamu lakukan untuk mewujudkan keinginan besar kamu ini cak??"
"Ya gini ini gus"
Merasa bingung, Gus Mi diam sejenak memikirkan jawaban cak to
"Maksudmu cak?? Cuma beli katalognya sambil dibawa ngalor-ngidul gitu cak??"
"Betyul sekali gus" dengan sigap Cak To menjawab
"Sembrono kamu cak!!! Wong pengen sesuatu kok gak ada usahanya sama sekali"
"Setidaknya kan sudah beli katalognya gus, itukan bagian dari usaha juga hehehehee"
"Itu enggak usaha juga namanya cak, lha wong katalognya cuma kamu liatin aja, nggak ada tindakan selanjutnya"
Merasa kena marah Gus Mi, Cak to mulai serius menjawab
"Ampun gus ampun, jangan terusin-terusin marahnya gus, iyadeh besok saya terusin lagi deh usaha saya yang sempat mandeg itu"
"Lha, itu baru bisa disebut usaha cak, tapi jangan lupa lho cak, jika setelah kamu sudah coba usaha, tetep gini-gini aja hidupmu, siapa tau takdirmu memang jadi orang kere, hahahahahaa"
"Lho gus, belum-belum kok sudah didoakan jelek" Cak To merasa seperti superman yang dijatuhkan ke sumur, setelah terbang tinggi, dijatuhkan sedalam-dalamnya
"Enggak niat menjatuhkan cak, jangan su'udzon dulu, itu antisipasi aja"
"Antisipasi gimana maksud kamu gus??"
"Kalau semisal jadi orang kere itu lebih baik buatmu, harus disyukuri dong"
"Gimana si kamu gus!? Jadi orang kere kok bagus"
"Bisa jadi lho cak, siapa tau kalau kamu kaya, kamu malah jadi orang pelit, jadi kufur nikmat dan tidak mau beramal dengan hartamu"
Semakin bingung dengan jawaban Gus Mi, Cak To tetap memaksakan menyimak jawaban Gus Mi, sembari Gus Mi melanjutkan
"Apa kita kurang contoh dengan kisah tsa'labah?? sahabat nabi yang semula kere yang minta didoakan kaya oleh nabi, dengan dalih agar bisa beramal dengan harta"
"Lho, ya bagus to gus, kan niat kaya agar niatnya bisa sedekah"
"Memang benar apa yang diniatkan bagus, namun entah kenapa, kanjeng nabi awalnya menolak permintaan tsa'labah. Namun dia tetap 'memaksa' nabi untuk mendoakan dia agar kaya"
"Lalu akhirnya gimana gus?? Jadi kaya dan gemar beramal kan??"
"Benar cak, akhirnya tsa'labah kaya beneran, namun buka kekayaan yang membawa berkah, justru dia jadi sibuk dengan hartanya sehingga meninggalkan salat berjamaah bersama nabi yang biasa dilakukan. Ditambah lagi, dia tak mau beramal dengan hartanya cak, berbeda dengan apa yang dicitakan di awal"
Mulai faham dengan jawaban Gus Mi, Cak To menyahut
"Naudzubillah... Iya gus, baru faham saya, semoga saja kejadian demikian tidak terjadi pada saya"
"Semoga tidak terjadi pada saya juga cak, yang pasti, apapun yang terjadi pada kita, semoga kita bisa bersyukur dengan setiap keadaan yang ditakdirkan. Tugas kita hanyalah berusaha semampunya yang juga diiringi doa, perihal hasil adalah otoritas Yang Maha Kuasa...."
"Iya gus, setuju saya. Setidaknya, kere itukan bisa jadi modal awal mempercepat hisab kita di akhirat kelak ya gus.... 😅😅" pungkas cak to
.~
.
- Diambil dari beberapa sumber, terlebih dawuh Gus Baha....
- Lebih kaya bisa diakses tulisannya gus nadir https://nadirhosen.net/artikel-isnet/115-dimana-tsa-labah-sekarang
Keren
BalasHapus