Begini lho Macam Cara Menentukan Awal Puasa, Cak To
Malam itu, seusai salat tarawih #dirumahaja, Cak To yang berjamaah dengan Gus Mi pun memulai perbincangan di permulaan bulan Ramadan
"Nggak kerasa ya gus, sudah bulan puasa lagi"
"Iya cak, Alhamdulillah kita bisa dipertemukan lagi dengan bulan penuh ampunan ini"
"Semoga saja kita bisa memaksimalkan ibadah kita di bulan ini ya gus 🙏🙏"
"Iya cak, semoga tak hanya di bulan puasa, diluar bulan puasa pun semoga kita bisa beribadah dengan maksimal juga"
Mereka berdua pun sama-sama mengaminkan doanya
"Oh iya gus, bagaimana sih caranya nentuin tanggal 1 ramadan itu?? Kok nggak pasti, kadang bulan syabannya 29 hari, kadang 30 hari. Kok beda banget sama tanggalan masehi yang jumlah hari dalam setiap bulannya sama" dengan penuh penasaran cak to bertanya
"Memang beda cak antara penghitungan kalender hijriah dengan masehi, lh sebelumnya, apa yang kamu ketahui dari perbedaan keduanya??"
Cak to pun menjawab sekenanya
"Bedanya ya kalo kalender masehi itu mengacu pada beredarnya bumi pada matahari, sedangkan kalo kalender hijriah itu mengacu pada peredaran matahari mengelilingi bumi"
"Benaar sekali cak. Lha, selanjutnya, menuju ke inti pertanyaanmu, bagaimana si cara menentukan awal bulan hijriah, lebih-lebih seperti Bulan Ramadan seperti sekarang ini??"
"Gimana gus caranya?? Sudah saya nanti dari tadi jawabannya" Cak To pun tak sabar mendengar jawaban Gus Mi
"Jadi begini cak, seperti yang dijelaskan oleh Imam Zakariya Al-Anshari dalam Kitab Fathul Wahabnya, bahwa cara menentukan awal Bulan Ramadan ada 2 cara, yang Pertama yaitu menyempurnakan bulan sya'ban sampai tanggal 30"
"Bagaimana itu maksudnya gus??" Cak To pun menyahut, pertanda ingin penjelasan lebih
"Gampangannya cak, kalau sekarang sudah tanggal 30 sya'ban, berarti besok sudah pasti tanggal 1 ramadan, karena maksimal hari dalam satu bulan hijriah adalah 30 hari"
"Oooh, gitu ya gus, faham-faham... Tapi gus, kalau sudah pasti bisa disempurnakan sampai 30 hari, lalu buat apa dilakukan rukyatul hilal seperti yang biasa dilakukan ahli falak setiap akhir bulan??"
"Itu belum cak, penjelasan saya belum selesai, itu tadi baru nomor pertama, masih ada nomor selanjutnya, jadi pertanyaannya jangan kemana-mana dulu!!" gus mi dengan nada agak jengkel menjawab Cak To
"Hehehehee, iya deh gus, maaf, lagi bersemangat ini" Cak To mencoba meredakan kejengkelan Gus Mi
"Yang kedua cak, yaitu melihat (rukyat) hilal, seperti yang sudah kamu sebutkan diatas, dilakukan oleh ahli falak setiap bulan. Jadi jika hilal terlihat, maka masuklah bulan baru, kalau hilal tidak terlihat, maka disempurnakan seperti nomor pertama tadi"
"Sek-sek.... Berarti gus, antara rukyatulhilal dengan menyempurnakan bulan, lebih dahulu rukyatulhilal ya??"
"Cocok cak, benar sekali, karena rukyatul hilal itu dilakukan tanggal 29 syaban, dan minimal hari dalam satu bulan hijriah itu 29 hari, sedangkan pada tanggal itu juga terdapat 2 kemungkinan, antara ganti bulan, atau menyempurnakan tanggal hingga 30. Maka dari itu, tanggal 29 petang dilakukan rukyatul hilal, jika terlihat hilalnya, maka berganti bulan, jika tidak terlihat, maka baru disempurnakan 30 hari bulannya"
Cak To pun mantuk-mantuk dengan penjelasan Gus Mi, tanda dia faham. Namun muncul pertanyaan baru dari cak to
"Tapi gini gus, tadi kan cara nentuin awal bulan ada 2 cara ya gus?? Menyempurnakan bulan dan Rukyatulhilal"
"Benar cak, apa masih ada yang kamu sangsikan dengan ini"
"Iya gus, saya masih bingung, dengan hisab, itu masuk mana?? Padahal, metode hisab itu juga kerap dipakai, tapi kok nggak termasuk cara nentuin awal bulan ya gus??"
Sembari membenarkan posisi duduk bersilanya, Gus Mi menjawab pertanyaan Cak To
"Begini lho cak, hisab itu termasuk salah satu perkembangan dalam Ilmu Falak (astronomi islam) cak, gunanya banyak sekali, salah satu contohnya bisa memperhitungkan kapan dan dimana posisi hilal bisa dilihat. Lha, sekarang perbedaannya disini, ada yang menganggap hilal itu sebagai sarana menuju rukyah, ada juga yang menganggap hisab merupakan salah satu bentuk dari rukyah itu sendiri'
"Lho, gimana to gus?? Bukannya sama, keduanya??" Cak To mulai garuk-garuk kepala tanda bingung
"Jelas beda lah cak, kelompok yang menganggap hisab merupakan sarana menuju rukyah akan tetap melaksanakan kegiatan rukyatulhilal pada tanggal 29 Sya'ban, karena hilal digunakan untuk memperhitungkan kapan dan dimana hilal akan muncul, sedangkan rukyatulhilal tetap dilakukan secara fisik, sehingga metodenya dikenal dengan metode hisab rukyah"
"Seperti yang dilakukan oleh pemerintah ya gus??"
"Benar cak, pemerintah indonesia biasanya melakukan metode ini, selain memperhitungkan dengan hisab, juga memastikan dengan rukyah"
Seperti menemukan titik terang akan pertanyaannya, Cak To menyambar dengan meminta jawaban selanjutnya
"Lantas gus, kelompok kedua bagaimana??"
"Untuk kelompok kedua, yang menganggap hisab merupakan rukyah itu sendiri bahwa dengan melakukan penghitungan dengan metode hisab dapat menggantikan rukyatulhilal secara sempurna, karena akurasi hisab (penghitungan) yang rinci maka tak perlu melakukan rukyatul hilal secara fisik. Sehingga diketahui dari hasil hitungan, tanggal berapa mulai puasa, tanggal berapa hari raya, semua diketahui dari hisab"
"Walaah, jadi begitu ya gus, makasih ya gus, sekarang saya jadi tau perbedaan keduanya"
"lha kalo kamu disuruh milih cak, milih golongan mana cak?? Hisabrukyat atau hisab aja??"
"Mmmmmm..... Pilih mana ya gus??" Cak To berfikir tentang ini
.
.
.
Sesaat setelah itu, Gus Mi menimpali
"Kamu nggak alim kok, ngapain milih-milih segala"
Keduanya pun tertawa lepas
.
~
Komentar
Posting Komentar